ALWINEWS. COM, Jakarta — Jelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, warganet ramai memperbincangkan tren pengibaran bendera One Piece secara daring, bahkan dalam beberapa unggahan terlihat dikibarkan di bawah bendera Merah Putih. Fenomena ini mengundang beragam reaksi—mulai dari dukungan, kagum, hingga kekhawatiran.
Namun sebelum buru-buru menilai, penting untuk memahami apa makna di balik simbol tersebut, terutama bagi jutaan penggemar anime dan budaya pop Jepang di Indonesia.
Bukan Bendera Asli, Tapi Simbol Cerita Fiksi
Bendera One Piece sejatinya adalah simbol fiksi dari kelompok Bajak Laut Topi Jerami, tokoh utama dalam serial anime dan manga One Piece. Benderanya menampilkan tengkorak tersenyum mengenakan topi jerami—atribut khas tokoh utama, Monkey D. Luffy.
Dalam cerita, simbol ini bukan tentang kekerasan atau pemberontakan, melainkan simbol solidaritas kru, perjuangan meraih mimpi, dan semangat kebebasan. Topi jerami sendiri merupakan warisan dari sang mentor, sebagai bentuk kepercayaan akan masa depan.
“Kami para penggemar anime melihatnya sebagai lambang keberanian dan persahabatan. Nggak ada niat melecehkan simbol negara atau menggantikannya,” ujar Dira, penggemar One Piece dari Depok.
Kenapa Viral Jelang 17 Agustus?
Menurut sejumlah warganet, pengibaran simbol One Piece secara online adalah bentuk ekspresi cinta tanah air dengan gaya generasi muda, yang kerap menyampaikan pesan lewat media visual, meme, dan budaya populer.
Bagi mereka, One Piece adalah representasi perjuangan panjang dan tekad kuat—nilai-nilai yang sejalan dengan semangat kemerdekaan.
Namun begitu, beberapa pihak mengingatkan agar penggunaan simbol tetap dilakukan dengan bijak dan tidak melanggar norma atau aturan kenegaraan, apalagi menyandingkan atau menyamakan dengan simbol resmi negara.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan bahwa simbol seperti itu perlu dicermati, agar tak disalahartikan atau disusupi oleh oknum tertentu untuk tujuan yang bertentangan dengan persatuan.
Meski begitu, sebagian besar konten yang viral justru menampilkan perpaduan kreatif antara semangat kemerdekaan dan kecintaan pada anime, tanpa menggantikan simbol negara, melainkan sebagai bentuk perayaan komunitas. (RS)